Jumat, 04 April 2014

Web Semantik dan Web Security

...WEB SEMANTIK...


Pengertian Web Semantik (Semantic Web) atau definisi Web Semantik adalah pengembangan dari World Wide Web di mana makna semantik dari informasi di web didefinisikan, sehingga memungkinkan mesin untuk memprosesnya. Web Semantik berasal dari World Wide Web Konsorsium dari Web sebagai media universal data, informasi, dan pertukaran pengetahuan.

Web Semantik terdiri dari seperangkat prinsip-prinsip desain, kelompok kerja kolaboratif, dan berbagai teknologi. Beberapa elemen dari Web Semantik yang dinyatakan sebagai calon masa depan dan unsur-unsur lain dari Web Semantik disajikan dalam spesifikasi formal dimaksudkan untuk memberikan deskripsi formal konsep, istilah, dan hubungan dalam satu domain tertentu.

Istilah Web Semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web. Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan Web Semantik. Web Semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF, RDFS (Resources Description Framework Schema) dan OWL.

  • XML
XML (eXtensible Markup Language) dikembangkan mulai tahun 1996 dan mendapatkan pengakuan dari W3C pada bulan Februari 1998. Teknologi yang digunakan pada XML sebenarnya bukan teknologi baru, tapi merupakan turunan dari SGML yang telah dikembangkan pada awal 80-an dan telah banyak digunakan pada dokumentasi teknis bebagai proyek berskala besar. XML adalah bahasa markup untuk keperluan umum yang disarankan oleh W3C untuk membuat dokumen markup untuk pertukaran data antar sistem yang beraneka ragam. XML merupakan kelanjutan dari HTML (HyperText Markup Language) yang merupakan bahasa standar untuk melacak Internet.

Seperti halnya HTML, XML juga menggunakan elemen yang ditandai dengan tag pembuka (diawali dengan „<‟ dan diakhiri dengan „>‟), tag penutup (diawali dengan „</ „diakhiri „>‟) dan atribut elemen (parameter yang dinyatakan dalam tag pembuka misal <form name=”isidata”>). Hanya bedanya, HTML medefinisikan dari awal tag dan atribut yang dipakai didalamnya, sedangkan pada XML, tag dan atribut dapat digunakan sesuka hati.

XML bukanlah merupakan pengganti HTML. Masing-masing dikembangkan untuk tujuan yang berbeda. Kalau HTML digunakan untuk menampilkan informasi dan berfokus pada bagaimana informasi terlihat, XML mendeskripsikan susunan informasi dan berfokus pada informasi itu sendiri. XML lebih dibutuhkan untuk menyusun dan menyajikan informasi dengan format yang tidak mengandung format standard layaknya heading, paragraf, tabel dan lain sebagainya.

Sama dengan HTML, file XML berbentuk teks sehingga bisa dibaca tanpa memerlukan bantuan software khusus. Hal ini memudahkan pengembang aplikasi yang menggunakan XML untuk men-debug programnya. XML lebih fleksibel dibanding HTML dalam hal kemampuannya menyimpan informasi dan data. Pada XML data dapat disimpan baik dalam atribut maupun sebagai isi elemen yang diletakkan diantara tag pembuka dan tag penutup.

        Kelebihan lain yang dimiliki XML adalah bahwa informasi bisa di pertukarkan dari satu sistem ke sistem lain yang berbeda platform. Misalnya dari Windows ke Unix, atau dari PC ke Machintosh bahkan dari internet ke ponsel dengan teknologi WAP.

  • RDF
Salah satu tulang punggung Web 3.0 adalah format dan spesifikasi yang memungkinkan komunikasi dan interaksi pada level mesin, W3C mendefinisikan format metadata yang dikenal dengan RDF (Resource Description Format). RDF terdiri dari tiga komposisi, meliputi subject, predicate, dan object. Predicate merupakan komposisi yang menerangkan sudut pandang dari subject yang dijelaskan object, sementara subject dan object merupakan entitas. Object di dalam RDF dapat menjadi subject yang diterangkan oleh object yang lainnya. Dengan inilah object dapat berupa masukan yang dapat diterangkan secara jelas dan detail, sesuai dengan keinginan pengguna yang memberikan masukan.

Cara kerja RDF dapat diterangkan dengan satu contoh sederhana berikut, untuk mendefinisikan “daun memiliki warna hijau”, maka “daun” direpresentasikan sebagai subject, “hijau” merupakan object, dan “memiliki warna” adalah predicate. Dengan menggunakan RDF, website dapat menyimpan dan melakukan pertukaran informasi antar-web. RDF telah digunakan pada aplikasi-aplikasi, antara lain :

RSS (RDF Site Summary). RSS memberikan informasi update sebuah website tanpa pengunjung perlu mengunjungi website tersebut.

FOAF (Friend of a Friend). Didesain untuk mendeskripsikan orang-orang, ketertarikan dan hubungan mereka.

SIOC (Semantically-Interlinked Online Communities). Menerangkan komunitas online dan menciptakan koneksi antara diskusi berbasis Internet seperti message board, blog, maupun mailing list.
DWF

Desain Web Format (DWF) adalah  format file yang dikembangkan oleh Autodesk untuk distribusi yang efisien dan komunikasi data desain kaya kepada siapapun yang membutuhkan untuk melihat, meninjau, atau desain file cetak. Karena file DWF sangat dikompresi , mereka lebih kecil dan lebih cepat untuk mengirimkan dari file desain, tanpa overhead yang terkait dengan kompleks CAD gambar (atau manajemen link eksternal dan dependensi). Dengan fungsi DWF, penerbit data desain dapat membatasi data desain yang spesifik dan gaya plot hanya apa yang ingin mereka penerima untuk melihat dan dapat mempublikasikan multisheet menggambar set dari beberapa AutoCAD gambar dalam sebuah file DWF tunggal. Mereka juga dapat mempublikasikan aplikasi model 3D dari Autodesk yang paling desain.

File DWF bukan merupakan pengganti format CAD asli seperti gambar AutoCAD ( dwg ). Tujuan utama DWF adalah untuk memungkinkan perancang, insinyur, manajer proyek, dan rekan-rekan mereka untuk mengkomunikasikan informasi desain dan konten desain untuk siapa pun yang membutuhkan untuk melihat, meninjau, atau informasi mencetak desain - tanpa ini anggota tim perlu mengetahui AutoCAD atau software desain lainnya .

Inti dari DWF ada pada tiga komponen :
        C++ libraries for developers C + + perpustakaan untuk pengembang AutoCAD penampil untuk anggota tim proyek yang ingin melihat data desain tanpa mengetahui AutoCAD. Seorang penulis yang memungkinkan setiap orang untuk membuat file DWF dari aplikasi apapun.

  • Microdata
Microdata merupakan perkembangan bahasa markup yang masih termasuk kedalam machine-readable metadata (mesin pembaca metadata) untuk menguraikan konten web. Tag HTML, Microdata dan Microformat adalah bahasa markup unik yang saling melengkapi satu sama lain dan ketiganya sangat membantu mesin pencari dalam merayapi halaman-halaman web. Diantara ketiganya, microdata merupakan perkembangan bahasa markup terbaru yang keberadaannya memberikan persaingan selaras terhadap microformat yang menggunakan standar RDFa. Dalam penggunaannya, sebenarnya para webmaster bebas untuk menentukan format markup-nya, boleh menggunakan microformat saja, microdata saja atau menggunakan keduanya. Namun webmaster terutama Google menyarankan penggunaan kedua format tersebut.

Microdata adalah bagian dari spesifikasi HTML5. Namun juga tergantung pada perubahan kosakata dan atribut baru dalam penerapan metadata. Dan itu tidak dibatasi untuk setiap jenis tertentu dari konten web, untuk dapat menjelaskan konten unik yang tidak mampu ditangani oleh Microformat. Selanjutnya, microdata dapat menggunakan notasi DOM, yang dapat membuat parsing metadata lebih mudah.

Ada dua standar kosakata microdata yang digunakan saat ini yaitu kosakata dari data-vocabulary.org dan kosakata dari schema.org. Namun dari keduanya, beberapa webmaster terutama Google menyarankan penggunaan kosakata dari schema.org, dengan alasan kosakata schema.org lebih banyak dan lebih fleksibel dari pada kosakata data-vocabulary. Walau contoh yang diberikan oleh Google masih menggunakan data-vocabulary namun disarankan pada webmaster untuk menggunakan Schema yang lebih banyak kosakatanya dan kemungkinan kedepannya, data-vocabulary tidak lagi digunakan.


...Web security...




Web security adalah sebuah cabang dari keamanan komputer khususnya yang berkaitan dengan jaringan seperti internet, sering melibatkan keamanan browser tetapi juga keamanan jaringan pada tingkat yang lebih umum seperti pada aplikasi tertentu atau sistem operasi secara keseluruhan.

Tujuan dari web security adalah untuk menetapkan aturan dan langkah langkah untuk melawan serangan dari internet. 

Jenis Keamanan :
  • Network layer Security

TCP/IP  dapat menjadi aman dengan bantuan metode kriptografi dan keamanan protokol yang telah dikembangkan untuk mengamankan komunikasi di Internet. Protokol ini mencakup SSL dan TLS untuk lalu lintas web, PGP untuk email, dan Ipsec untuk lapidsan keamanan jaringan.

  •  IPsec Protocol

Protokol ini dirancang untuk melindungi komunikasi dengan cara yang aman menggunakan TCP/IP.  Ini adalah satu set ekstensi keamanan yang dikembangkan oleh IETF, dengan menyediakan  keamanan dan otentikasi pada IP dengan menggunakan kriptografi.

Untuk melindungi konten, data ditransformasikan menggunakan tenik enskripsi. Ada dua tipe yang merupakan dasar dari Ipsec yaitu Authentication Header (AH) dan Encapsulating Security Payload (ESP). Kedua protokol ini menyediakan layanan pada data integrity, data origin authentication, dan anti-replay service.  Protokol ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan untuk menyediakan layanan keamanan pada Internet Protocol (IP).

Komponen  dasar dari IP sec dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Keamanan protokol  untuk AH dan ESP. 
  2. Asosiasi keamanan untuk Policy Management dan Traffic Processing.          
  3. Penguncian secara manual maupun otomatis untuk  Internet Key Exchange (IKE).
  4. Algoritma untuk Authentication dan Encryption Data.


  • Security Token

Beberapa situs online manawarkan jasa layanan untuk menggunakan enam digit kode yang berubah sevara acak setiap 30-60 detik pada Security Token. Security token biasanya digunakan ketika seseorrang akan mengakses rekening online.

  • Electronic Mail Security (e-mail)
  • Pretty Good Privacy (PGP)

PGP menyediakan kerahasiaan dengan mengenkripsi pesan yang akan ditransmisikan atau file data yang akan disimpan menggunakan  enkripse algoritma 3DES atau CAST-128. E-mail dapat dilindungi dengan menggunakan kriptografi dalam beberapa cara, seperti berikut  :

  1. Signing ke email message untuk memastikan integritas dan mengkonfirmasi identitas pengirim.
  2. Encrypting the body of an email message untuk menjamin kerahasiaanya.
  3. Encrypting the communications antara mail servers untuk melindungi kerahasiaan dari kedua isi pesan dan header.


  • Multipurpose Internet Mail Extensions (MIME)

MIME mengubah data non-ASCII pada situs pengirim ke jaringan Virtual Terminal (NVT)  data ASCII dan diteruskan kepada klien Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) yang akan dikirim melalui internet. SMTP server di sisi penerima menerima data NVT ASCII dan meneruskanya ke MIME untuk diubah kembali ke data asli yang non ASCII.

  • Secure/Multipurpose Internet Mail Extensions (S/MIME)

S/MIME menyediakan sarana yang aman secara konsistem untuk mengirim dan menerima MIME data. S/MIME tidak hanya terbatas pada email tetapi dapat digunakan untuk mekanisme transortasi data yang membawa MIME seperti Hypertext Transfer Protocol (HTTP).

  • Message Authentication Code

Sebuah pessan otentikasi kode merupakan metode pada kriptografi yang menngunakan kata kunci rahasia untuk mengenkripsi pesan.

  • Firewall

Firewall mengontrol akses antara jaringan. Hal ini biasanya terdiri dari gateway dan filter yang bervariasi dari satu firewall ke firewall yang lain. Firewall juga merupoakan pengamat lalu lintas jaringan yang mampu memblokir lalu lintas yang berbahaya. Firewall bertindak sebagai server penengah antara SMTP dan HTTP.

Peran firewall dalam keamanan internet dan web security

Firewall memberlakukan pembatasan pada paket data yang masuk dan keluar ke dan dari suatu jaringan. Semua aktifitas pada jaringan harus melewati firewall , hanya aktifitas yang berwenang yang diperbolehkan melewatinya. Firewall membuat checkpoints antara internal private network dan public Internet, yang juga dikenal sebagai choke points. Firewall membuat choke points berdasarkan sumber IP dan nomor port TCP. Mereka juga berfungsi sebagai platform untuk Ipsec. Dengan menggunakan tunnel mode capability, firewall dapat digunakan untuk mengimplementasikan VPN. Firewall juga dapat membatasi network exposure dengan menyembunyikan sistem jaringan internal dan informasi dari public Internet.

Types of firewalls
  • Packet filters

Packet filters adalah salah satu dari beberapa jenis firewall yang memproses lalu lintas jaringan secara packet-by-packet. Tugas utama mereka adalah untuk menyaring lalu lintas dari sebuah remote IP host, sehingga router diperlukan untuk menghubungkan jaringan internal ke internet. Router dikenal sebagai screening router yang menyaring paket masuk dan keluar pada jaringan.
  • Circuit-level gateway

Circuit-level gateways adalah proxy server yang secara statis mendefinisikan apa saja yang diizinkan pada lalu lintas jaringan. Keuntungan utama dari proxy server  adalah kemampuannya menyediakan Network Address Translation (NAT), yang dapat menyembunyikan alamat IP pengguna dari internet.
  • Application-level gateways

Sebuah Application-level gateways adalah operasi server proksi pada level penggunaan TCP/IP. Sebuah paket data hanya akan diteruskan jika sambungan menggunakan protokol yang dikenal. Application-level gateways  juga menganalisis seluruh pesan daripada paket individual dari data ketika data sedang dikirim atau diterima.
  • Malicious software and antivirus
  • Malware


Umumnya, pengguna komputer biasa diakalai atau dipaksa mendownload software yang mengandung malicious intent.  Program jahat ini dikenal sebagai malware dan datang dalam berbagai bentuk seperti virus, trojan horse, spyware, dan worm. Perangkat lunak berbahaya kadang kadang digunakan membentuk botnet.
  • Virus

Virus adalah program yang dapat mereplikasi struktur mereka atau dengan menginfeksi  file lain atau struktur pada komputer. Penggunaan umum dari virus adlah untuk mengambil alih komputer atau mencuri data.
  • Worms

Worms adalah program yang dapat mereplikasi diri ke seluruh jaringan komputer dam melakukan tugas berbahaya di seluruh komputer yang terinfeksi.
  • Trojan horse (umumnya dikenal sebagai trojan)

Adalah istilah umum untuk perangkat lunak berbahaya yang berpura pura tidak berbahaya sehingga memungkinkan user untuk mendownload mereka pada komputer.
  • Ransomware and Scareware
  • Botnet

Adalah sebuah jaringan komputer zombie yang telah diambil alih oleh bot sehingga sewaktu waktu dapat melakukan tindakan berbahaya dalam tindakan yang besar.
  • Spyware

Spyware merujuk pada program yang secara diam diam memonitor aktifitas pada sistem komputer dan dan melaporkan informasi kepada orang lain tanpa persetujuan user.
  • Antivirus

Adalah program yang keamanan yang berguna melindungi perangkat komputer dari aktifitas Malicious.
  • Denial-of-service attack

Sebuah A denial-of-service attack (DoS attack) atau distributed denial-of-service attack (DDoS attack) merupakan upaya untuk membuat sumberdaya komputer tidak tersedia untuk pengguna yang dimaksudkan.

  • Browser choice

Web browser statistics cenderung mempengaruhi jumlah web browser yang dieksplotasi. Sebagai contoh beberapa web browser dianggap sangat tidak aman karena kerentanan yang umunnya dimanfaatkan karena popularitasnya semula.

  • Buffer overflow attacks

Buffer overflow attacks adalah sebuah serangan yang digunakan untuk mendapatkan akses sistem lengkap melalui berbagai metode yang pada dasarnya cracking dengan brute force.

Sumber :





HTML 5



Apakah HTML 5 itu ???....

HTML5 adalah salah satu karya versi terbaru dari HTML yang dibuat oleh World Wide Web Consortium (W3C), sebagai suatu bahasa markah untuk menstruktur dan menampilkan isi dari waring wera wanua.

Konsep pertamanya sudah dipublikasikan pada tahun 2008, tetapi tidak banyak yang menggunakannya hingga tahun 2011. Pada tahun 2011, HTML5 diterbitkan sepenuhnya dan orang-orang mulai menulis dan menggunakannya, namun penerapannya pada masing-masing browser yang berbeda masih bisa dibilang kurang baik. Hari ini, seluruh browser utama (Chrome, Safari, Firefox, Opera, IE) dapat mendukung HTML5, sehingga teknologi HTML terbaru dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.

HTML5 dapat bekerja dengan CSS3 dan masih dalam tahap pengembangan, Sejak peluncurannya. HTML5 selalu mengalami pengembangan, W3C terus menambahkan dan mengembangkan fitur-fitur pada HTML5 dan berencana meluncurkan versi stable-nya di tahun 2014. Tujuan utama dari pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi HTML agar mendukung teknologi multimedia terbaru, sehingga mudah dibaca oleh manusia dan juga mudah dimengerti oleh mesin.

Apa Fitur Yang Baru Di HTML 5 ???...

HTML5 dibuat untuk membuat proses coding menjadi lebih mudah dan logis. Fitur-fitur unik dan mengesankan dari HTML5 datang di dalam departemen multimedia. Banyak dari fiturnya yang yang dibuat dengan pertimbangan bahwa pengguna harus dapat menjalankan konten berat (heavy content) dalam device dengan tenaga rendah (low-powered device).

Pada HTML5 terdapat fitur elemen <video>,<audio> dan <canvas> , tetapi juga integrasi dari konten gambar grafis vektor (yang sebelumnya kita ketahui dengan tag <object>). Artinya, konten multimedia dan grafis dalam website akan dapat ditangani dan dieksekusi dengan lebih mudah dan lebih cepat, tanpa membutuhkan plugin atau API tambahan.

Ada banyak sekali syntax baru yang ditambahkan ke dalam HTML5, tetapi dibawah ini saya akan menyebutkan beberapa syntax yang dirasa paling penting. Sisanya dapat Anda lihat di HTML5 section W3C  :

  • <article> – tag ini mendefinisikan artikel, posting atau komentar dari pengguna, atau suatu konten yang independen.
  • <aside> – tag aside pada HTML5 menandakan suatu konten yang terpisah (aside) dari konten sebuah halaman, seperti sebuah sidebar.
  • <header>,<footer> – Anda tidak perlu lagi mendefinisikan ID header atau footer, gunakan tag ini untuk menggantikannya.
  • <nav> – navigasi pada website Anda dapat ditaruh didalam tag nav, yang dapat secara otomatis membuat daftar Anda seperti sebuah navigasi.
  • <section> - tag ini dapat mendefinisikan section apapun dalam document Anda. Section bekerja kurang lebih seperti div yang memisahkan section yang berbeda.
  • <audio>,<video> – jelas sekali ini adalah tag penanda untuk konten suara dan video, yang sekarang dapat lebih mudah dijalankan dari berbagai device.
  • <embed> – tag baru ini berfungsi untuk menampilkan konten interaktif (plugin) atau aplikasi eksternal.
  • <canvas> – canvas tag ini cukup menarik, memungkinkan Anda menggambar menggunakan script kode seperti JavaScript.


Catatan :
Perlu Anda ingat bahwa tag HTML5 yang baru tidak selalu bekerja seperti yang sebelumnya. Contohnya seperti header dan footer, tag tidak hanya menandai awal dan akhir dari sebuah halaman, tetapi juga dapat digunakan untuk awal dan akhir dari setiap section yang ada. Ini artinya, kedua tag ini mungkin akan digunakan lebih dari sekali di seluruh bagian halaman.